Kata Trump "Saham Harus Naik, Bukan Turun" pada Laporan Pekerjaan

Presiden AS Donald Trump berargumentasi bahwa saham-saham harus bergerak lebih tinggi setelah dirilisnya laporan ketenagakerjaan AS yang kuat, dengan menolak reaksi pasar yang negatif dan menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak serta merta menyebabkan inflasi.

Dalam postingan yang diterbitkan Jumat pagi di akun media sosialnya, Trump menulis bahwa “dengan Laporan Ketenagakerjaan yang bagus, seperti yang baru saja diumumkan, saham seharusnya naik, bukan turun,” seraya menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat secara historis dikaitkan dengan peningkatan pasar ekuitas.

Presiden juga menentang pandangan bahwa ekspansi ekonomi yang lebih cepat pasti akan memicu inflasi. “Pertumbuhan tidak berarti inflasi!” Trump mengatakan, dengan alasan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sangat penting untuk kemakmuran dan daya saing nasional.

Komentar tersebut muncul tak lama setelah rilis data ketenagakerjaan AS terbaru, yang digambarkan Trump sebagai “Laporan Ketenagakerjaan yang luar biasa”. Investor telah memantau dengan cermat indikator-indikator pasar tenaga kerja untuk mendapatkan petunjuk mengenai kekuatan perekonomian dan jalur kebijakan moneter di masa depan.

Pasar keuangan sering kali bereaksi terhadap data ketenagakerjaan dengan cara yang rumit. Meskipun pertumbuhan lapangan kerja yang kuat dapat menandakan perekonomian yang sehat dan mendukung pendapatan perusahaan, hal ini juga dapat meningkatkan ekspektasi bahwa para pengambil kebijakan dapat mempertahankan kondisi moneter yang lebih ketat jika tekanan inflasi muncul.

Pernyataan Trump menyoroti fokus lamanya pada kinerja pasar saham sebagai ukuran keberhasilan ekonomi. Dia menyarankan agar investor melihat angka ketenagakerjaan yang kuat sebagai tanda positif bagi perekonomian dan bukan sebagai alasan untuk khawatir.

Indeks utama Wall Street melemah pada hari Jumat, karena pembuat chip kehilangan tenaga menyusul reli yang tajam, sementara laporan pekerjaan bulanan yang lebih kuat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang hawkish.

Nonfarm payrolls ‌naik sebanyak 172.000 pekerjaan di bulan Mei setelah meningkat 115.000 di bulan April. Jumlah tersebut juga jauh lebih tinggi dari perkiraan survei ekonom Reuters sebesar 85.000.

Pasar uang kini melihat peluang sebesar 98% bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun, naik dari perkiraan sebelum data dirilis sebesar 60%.

Source link

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Saham Investment Indonesia: Aman dan Cocok untuk Pemula

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca